Yogyakarta- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta kembali menorehkan prestasi dalam bidang kehumasan dengan meraih 2 (dua) penghargaan pada ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) Tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan inovasi BBPOM di Yogyakarta dalam membangun komunikasi publik yang informatif, edukatif, kreatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala BBPOM di Yogyakarta, Ani Fatimah Isfarjanti dalam rangkaian kegiatan Anugerah Humas Indonesia Tahun 2026 di Balai Kota Surakarta, Kamis (08/10/2026). Dua penghargaan yang diraih BBPOM di Yogyakarta meliputi Gold untuk Kategori Ruang Informasi Publik yg Hadir untuk Semua dan Bronze untuk Kategori Keterbukaan yang Bergerak, dari informasi menjadi Layanan, Dampak dan Kepercayaan Publik.
Pencapaian ini tidak terlepas dari upaya BBPOM di Yogyakarta dalam mengembangkan strategi komunikasi publik melalui berbagai kanal informasi. Penyampaian informasi terkait pengawasan obat dan makanan dilakukan secara terbuka dan mudah dipahami masyarakat, baik melalui website resmi, media sosial, media informasi publik, maupun kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Berbagai inovasi komunikasi juga terus dikembangkan untuk mendekatkan informasi pengawasan obat dan makanan kepada masyarakat. Konten edukasi mengenai keamanan pangan, obat bahan alam, kosmetik, obat, serta berbagai isu terkini dikemas secara kreatif agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kepala BBPOM di Yogyakarta, Ani Fatimah menyampaikan bahwa “Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja bersama seluruh jajaran BBPOM di Yogyakarta. Kami akan terus berupaya menghadirkan komunikasi publik yang transparan, edukatif, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Dengan diraihnya dua penghargaan pada Anugerah Humas Indonesia Tahun 2026, BBPOM di Yogyakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi yang cepat, tepat, terpercaya, dan mudah diakses, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Obat dan Makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat.
AHI juga menyelenggarakan Workshop Strategic Public Relations dengan tema “Membangun Komunikasi Kebijakan: Transparansi, Dipahami, dan Dipercaya Publik.” Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkaya perspektif para praktisi humas dalam menghadirkan komunikasi kebijakan yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan publik. Menariknya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta dipercaya menjadi salah satu narasumber dalam workshop yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Oktober 2026 di Monumen Pers Nasional Surakarta.
Narasumber BBPOM di Yogyakarta membawakan materi bertajuk “Dari Pesan ke Publik: Menerjemahkan Kebijakan Menjadi Komunikasi yang Dipahami.” Materi tersebut mengangkat satu pesan penting: komunikasi kebijakan tidak berhenti pada aktivitas menyampaikan informasi. Lebih dari itu, humas dituntut mampu menjadi penerjemah yang menjembatani bahasa kebijakan dengan bahasa publik.
BBPOM di Yogyakarta